Pindahan

alhamdulillah, akhirnya saya punya rumah baru. meskipun tidak begitu besar dan lapang semoga dapat memberikan keteduhan.

saya pindah ke sini http://senandikahukum.com . karena masih baru, masih ada barang-barang yang tercecar tak terbawa dari rumah lama.

Jangan sungkan untuk berkunjung ke rumah baru saya yah. Siapa tau kita bisa berbagi, bermain dan diskusi dengan hangat. Saya tunggu di beranda.

eka_aa

Tangan Ajaib

banner_writingContest

Jika almarhum Pram (Pramudya Ananta Toer) senang membakar sampah-sampah yang ada di tanah kosong itu, maka Agus memiliki peran lain, ia menghijaukannya. Apabila bagi Pram membakar sampah memiliki kenikmatan sendiri, untuk Agus menanam pohon adalah duniannya. Membakar dan menanam, suatu kerjasama yang unik.

Iya, kami, aku, Pram dan Agus, tinggal di lingkungan yang sama. Sebuah wilayah kecil. Jalan Multikarya II, bagian dari Kelurahan Utan Kayu Utara, Jakarta Timur. Medio tahun 90-an, di depan rumah Pram terdapat tanah kosong sisa-sisa runtuhan rumah yang terbengkalai. Di sanalah aku dan anak-anak kampung biasa bermain. Tanah kosong itu juga biasa digunakan untuk beragam kegiatan seperti tempat bermain bola, perlombaan tujuhbelasan hingga acara keagamaan. Di tempat ini pula, Pram dan Agus menjalankan aktivitasnya. Jika, Pram memiliki wilayah kekuasaan membakar sampahnya di sebuah pojok yang berbatasan dengan petak tanaman kangkung air, maka Agus memilih teritorialnya di muka, berbatasan dengan jalan utama. Aku tidak tahu apakah mereka pernah saling menyapa atau berbagi tutur saat menjalankan aktivitasnya masing-masing? Walaupun pernah, aku yakin Agus tidak tahu siapa teman bicara yang dihadapinya itu. Continue reading